SWISS BELHOTEL BORNEO SAMARINDA, 20 – 24 JUNI 2011

ayo berantas malaria..!!

Diskusi Kelompok ttg Asuhan Keperawatan Malaria

by.  M. Indra Budi, Amd.Kep

Oleh: puskesmasmuaramuntai | 14 Maret 2011

13 Sasaran (MDGs) Program Millenium Development Goals

Dalam era milleniumat ini, program unggulan Millenium Development Goals (MDGs) menjadi tema pokok pembangunan nasional. Khususnya dalam bidang kesehatan, program MDGs, mempunyai sasaran tertentu, yang bertujuan untuk mempercepat  laju pertumbuhan dan pencapaian pembangunan derajat kesehatan masyarakat.

Sasaran umum yang terjabarkan dalam program MDGs, meliputi delapan tujuan, yaitu:

1. Memberantas kelaparan dan kemiskinan yang ekstrim

2. Memperoleh pendidikan dasar

3. Mempromosikan persamaan gender dan pemberdayaan perempuan

4. Mengurangi jumlah kematian anak

5. Meningkatkan kesehatan maternal (kesehatan ibu)

6. Memerangi infeksi HIV/AIDS, malaria dan penyakit menular lainnya

7. Menjamin kelangsungan lingkungan hidup

8. Mengembangkan kerjasama global untuk pembangunan

Kemudian delapan sasaran umum itu, dikembangkan melalui program Ditjen Bina Kesmas, Kementrian Kesehatan RI, dengan lima tambahan sasaran utama MDGs, yakni :

1. Meningkatkaan cakupan antenatal

2. Meningkatkan cakupan persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan terlatih

3. Meningkatkan cakupan neonatal

4. Meningkatkan prevalensi kurang gizi pada balita

5. Meningkatkan tingkat kunjungan penduduk miskin ke puskesmas.

(dirangkum dari Buku Agenda Penerimaan Nakes Teladan Puskesmas Tingkat Nasional Tahun 2010, Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat)

 

Oleh: puskesmasmuaramuntai | 12 Maret 2011

10 Indikator PHBS

Apa itu Perilaku Hidup Bersih dan Sehat ( PHBS ) ?

PHBS adalah semua perilaku kesehatan yang dilakukan atas kesadaran sehingga anggota keluarga atau keluarga dapat menolong dirinya sendiri di bidang kesehatan dan dapat berperan aktif dalam kegiatan – kegiatan kesehatan dan berperan aktif dalam kegiatan–kegiatan kesehatan di masyarakat

PHBS itu jumlahnya banyak sekali, bisa ratusan. Misalnya tentang Gizi: makan beraneka ragam makanan, minum Tablet Tambah Darah, mengkonsumsi garam beryodium, member bayi dan balita Kapsul Vitamin A. Tentang kesehatan lingkungan seperti membuang samapah pada tempatnya, membersihkan lingkungan.

Setiap rumah tangga dianjurkan untuk melaksanakan semua perilaku kesehatan.

Apa itu PHBS di Rumah Tangga?

PHBS di Rumah Tangga adalah upaya untuk memberdayakan anggota rumah tangga agar tahu, mau dan mampu melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat serta berperan aktif dalam gerakan kesehatan di masyarakat.

PHBS di Rumah Tangga dilakukan untuk mencapai Rumah Tangga Sehat.

Rumah Tangga Sehat adalah rumah tangga yang melakukan 10 (sepuluh) PHBS di Rumah Tangga yaitu :

  1. Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan
  2. Memberi ASI ekslusif
  3. Menimbang bayi dan balita
  4. Menggunakan air bersih
  5. Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun
  6. Menggunakan jamban sehat
  7. Memberantas jentik di rumah
  8. Makan buah dan sayur setiap hari
  9. Melakukan aktivitas fisik setiap hari
  10. Tidak merokok di dalam rumah

(Sumber referensi : Buku Saku Rumah Tangga Sehat dengan PHBS, Pusat Promosi Kesehatan, Depkes RI, Jakarta, 2007, hal.2)


Oleh: puskesmasmuaramuntai | 12 Maret 2011

GIZI UNTUK SEMUA

Oleh: puskesmasmuaramuntai | 10 Maret 2011

Puskesmas Muara Muntai Slide Show!

by. M. Indra Budi, Amd.Kep

Oleh: puskesmasmuaramuntai | 8 Maret 2011

4 MACAM SISTEM RUJUKAN UPAYA KESEHATAN

Salah satu bentuk pelaksanaan dan pengembangan upaya kesehatan dalam Sistem kesehatan Nasional (SKN) adalah rujukan upaya kesehatan. Untuk mendapatkan mutu pelayanan yang lebih terjamin, berhasil guna (efektif) dan berdaya guna (efesien), perlu adanya jenjang pembagian tugas diantara unit-unit pelayanan kesehatan melalui suatu tatanan sistem rujukan. Dalam pengertiannya, sistem rujukan upaya kesehatan adalah suatu tatanan kesehatan yang memungkinkan terjadinya penyerahan tanggung jawab secara timbal balik atas timbulnya masalah dari suatu kasus atau masalah kesehatan masyarakat, baik secara vertikal maupun horizontal, kepada yang berwenang dan dilakukan secara rasional.

Menurut tata hubungannya, sistem rujukan terdiri dari  : rujukan internal dan rujukan eksternal.

  • Rujukan Internal adalah rujukan horizontal yang terjadi antar unit pelayanan di dalam institusi tersebut. Misalnya dari jejaring puskesmas (puskesmas pembantu) ke puskesmas induk
  • Rujukan Eksternal adalah rujukan yang terjadi antar unit-unit dalam jenjang pelayanan kesehatan, baik horizontal  (dari puskesmas rawat jalan ke puskesmas rawat inap) maupun vertikal (dari puskesmas ke rumah sakit umum daerah).

Menurut lingkup pelayanannya, sistem rujukan terdiri dari : rujukan Medik dan rujukan Kesehatan.

  • Rujukan Medik adalah rujukan pelayanan yang terutama meliputi upaya penyembuhan (kuratif) dan pemulihan (rehabilitatif). Misalnya, merujuk pasien puskesmas dengan penyakit kronis (jantung koroner, hipertensi, diabetes mellitus) ke rumah sakit umum daerah.
  • Rujukan Kesehatan adalah rujukan pelayanan yang umumnya berkaitan dengan upaya peningkatan promosi kesehatan (promotif) dan pencegahan (preventif). Contohnya, merujuk pasien dengan masalah gizi ke klinik konsultasi gizi (pojok gizi puskesmas), atau pasien dengan masalah kesehatan kerja ke klinik sanitasi puskesmas (pos Unit Kesehatan Kerja).

Demikianlah sepintas ulasan beberapa jenis sistem rujukan pelayanan kesehatan, khususnya yang sering dilakukan dalam pelayanan puskesmas.

by.  M. Indra Budi, Amd. Kep

DALAM upaya keterpaduan program-program di puskesmas dan pelaksanaan integral malaria, khususnya distribusi kelambu dengan sasaran ibu hamil dan bayi yang telah diimmunisasi pada daerah yang masih tergolong endemis atau mid case sebagai sumber penularan Malaria di Kutai Kartanegara , telah diselenggarakan sosialisasi di Puskesmas Muara Muntai pada tanggal 26 Pebruari 2011…..mo liat hasilnya jepretannya….diplototin aja

by. M. Indra Budi, Amd. Kep

Oleh: puskesmasmuaramuntai | 27 Februari 2011

9 PAPARAN RINGKASAN PROGRAM POKOK PELAYANAN PUSKESMAS

SETIAP PUSKESMAS mempunyai pelayanan di dalam gedung atau diluar gedung, menurut jumlah sasaran dan wilayah kerjanya. Sesuai status puskesmas, perawatan atau non perawatan, bisa melaksanakan kegiatan pokok, maupun pengembangan, tergantung kemampuan sumber daya manusia dan sumber daya material. Berikut ringkasan 9 (sembilan) program pokok sebagai contoh perbandingan pelayanan menurut paparan   pengalaman pribadi selama bertugas mengabdi dipuskesmas

1. Program Promosi Kesehatan (Promkes) :

  • Penyuluhan Kesehatan Masyarakat (PKM), Sosialisasi Program Kesehatan, Survey Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), Penilaian Strata Posyandu

2. Program Pencegahan Penyakit Menular (P2M) :

  • Surveilens Terpadu Penyakit (STP), Pelacakan Kasus: TBC, Kusta, DBD, Malari, Flu Burung, Infeksi Saluran Peranafasan Akut (ISPA), Diare, Infeksi Menular Seksual (IMS), Penyuluhan Penyakit Menular

3. Program Pengobatan :

  • Pengobatan Dalam Gedung : Poli Umum, Poli Gigi (Rawat Jalan), Apotek,, Unit Gawat Darurat (UGD), Perawatan Penyakit (Rawat Inap), Pertolongan Persalinan (Kebidanan)
  • Pengobatan Luar Gedung : Rujukan Kasus, Pelayanan Puskesmas Keliling (Puskel)

4. Program Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) :

  • ANC (Antenatal Care), PNC (Post Natal Care), Pertolongan Persalinan,  Rujukan Ibu Hamil Risiko Tinggi, Pelayanan Neonatus, Kemitraan Dukun Bersalin, Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS)

5. Program Kesehatan Reproduksi dan Keluarga Berencana (KB) :

  • Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR), Imunisasi Calon Pengantin (TT Catin), Pelayanan KB Pasangan Usia Subur (PUS), Penyuluhan KB

6. Program Upaya Peningkatan Gizi Masyrakat :

  • Penimbangan Bayi Balita, Pelacakan dan Perawatan Gizi Buruk, Stimulasi dan Deteksi Dini Tumbuh Kembang Anak, Penyuluhan Gizi

7. Program Sanitasi dan Kesehatan Lingkungan :

  • Pengawasan Kesehatan Lingkungan : SPAL (saluran pembuangan air limbah), SAMI-JAGA (sumber air minum-jamban keluarga), Pemeriksaan Sanitasi : TTU (tempat-tempat umum), Institusi Perkantoran, Survey Jentik Nyamuk (SJN)

8. Program Pelayanan Kesehatan Komunitas :

  • Kesehatan Mata, Kesehatan Jiwa, Kesehatan Lansia, Kesehatan Olahraga, Perawatan Kesehatan Masyarakat (Perkesmas), Upaya Kesehatan Sekolah (UKS)

9. Program Pencatatan dan Pelaporan :

  • Sistem Pencatatan dan Pelaporan Terpadu Puskesmas (SP2TP) disebut juga Sistem Informasi dan Manajemen Puskesmas (SIMPUS)

PAPARAN program pokok puskesmas dijelaskan ringkas sesuai keterkaitan antar program yang memerlukan keterpaduan pelayanan.

Selamat bertugas melaksanakan pengabdian dan pelayanan kesehatan terbaik.

by.  M. Indra Budi, Amd. Kep

Oleh: puskesmasmuaramuntai | 26 Februari 2011

9 MACAM KADER KESEHATAN DALAM PELAYANAN PUSKESMAS

PENGERTIAN KADER adalah seorang tenaga sukarela yang direkrut dari, oleh dan untuk masyarakat, yang bertugas membantu kelancaran pelayanan kesehatan. Keberadaan kader sering dikaitkan dengan pelayanan rutin di posyandu. Padahal ada beberapa macam kader bisa dibentuk sesuai dengan keperluan menggerakkan partisipasi masyarakat atau sasarannya dalam program pelayanan kesehatan.

1. Kader Posyandu Balita

  • Kader yang bertugas di pos pelayanan terpadu (posyandu) dengan kegiatan rutin setiap bulannya melakukan pendaftaran, pencatatan, penimbangan bayi dan balita.

2. Kader Posyandu Lansia

  • Kader yang bertugas di posyandu lanjut usia (lansia) dengan kegiatan rutin setiap bulannya membantu petugas kesehatan saat pemeriksaan kesehatan pasien lansia.

3. Kader Masalah Gizi

  • Kader yang bertugas membantu  petugas puskesmas melakukan pendataan, penimbangan bayi dan balita yang mengalami gangguan gizi (malnutrisi).

4. Kader Kesehatan Ibu dan Anak (KIA)

  • Kader yang bertugas membantu  bidan puskesmas melakukan pendataan, pemeriksaan ibu hami dan anak-anak yang mengalami gangguan kesehatan (penyakit).

5. Kader Keluarga Berencana (KB)

  • Kader yang bertugas membantu  petugas KB melakukan pendataan, pelaksanaan pelayanan KB kepada pasangan usia subur di lingkungan tempat tinggalnya

6. Kader Juru Pengamatan Jentik (Jumantik)

  • Kader yang bertugas membantu  petugas puskesmas melakukan pendataan dan pemeriksaan jentik nyamuk di rumah penduduk sekitar wilayah kerja puskesmas

7. Kader Upaya Kesehatan Kerja (UKK)

  • Kader yang membantu petugas puskesmas melakukan pendataan dan pemeriksaan kesehatan tenaga kerja di lingkungan pos tempat kerjanya

8. Kader Promosi Kesehatan (Promkes)

  • Kader yang bertugas membantu petugas puskesmas melakukan penyuluhan kesehatan secara perorangan maupun dalam kelompok masyarakat

9. Kader Upaya Kesehatan Sekolah (UKS)

  • Kader yang bertugas membantu petugas puskesmas melakukan penjaringan dan pemeriksaan kesehatan anak-anak usia sekolah pada pos pelayanan UKS.

PAPARAN ringkas tentang beberapa macam kader yang bertugas dalam pelayanan kesehatan dijelaskan sesuai pengamatan dan pengalaman pribadi selama bertugas di puskesmas. Penjelasan singkat ini masih bisa ditambahkan serta dikoreksi sesuai dengan perkembangan program pelayanan dan fokus prioritas pelayanan setiap puskesmas.

Oleh: puskesmasmuaramuntai | 23 Februari 2011

VISI DAN MISI PUSKESMAS MUARA MUNTAI

Visi Puskesmas Muara Muntai :

Terwujudnya Masyarakat yang Sehat, Mandiri, dan Berkualitas dalam Lingkungan yang Sehat serta Terciptanya Pelayanan Kesehatan yang Mudah dijangkau dan Bermutu ”

 

Misi Puskesmas Muara Muntai

1.      Menggerakkan kemandirian masyarakat untuk berprilaku hidup sehat.

2.      Meningkatkan kualitas pelayanan yang bermutu dan terjangkau bagi masyarakat.

3.      Meningkatkan Profesionalisme tenaga kesehatan.

4.      Menigkatkan kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana kesehatan.

5.      Meningkatkan peran serta masyarakat dalam pemecahan dan penanganan masalah kesehatan.

6.      Menjadikan Puskesmas sebagai pusat informasi kesehatan

7.      Menjalin kerjasama yang baik dengan lintas sektoral dalam rangka mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat.


Older Posts »

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.